7 Kesalahan Pengisian SIMPEL yang Sering Terjadi di Perusahaan

Temuan temuan ini berdasarkan kisah nyata dilapangan. Terlihat sepele, namun sangat besar pengaruhnya terhadap laporan kepatuhan perusahaan.

ENSINDO

8/28/20263 min read

Mengisi SIMPEL terlihat sederhana: menyiapkan data, mengisi menu, mengunggah dokumen, lalu submit.

Namun berdasarkan pengalaman tim ENSINDO dalam melakukan pelatihan, review, dan pendampingan SIMPEL, kami masih sering menemukan perusahaan yang memiliki data cukup lengkap tetapi pengisiannya belum sepenuhnya sesuai.

Ini adalah beberapa kasus nyata yang kami temukan di lapangan.

1. Mengisi SIMPEL Tanpa Mengecek Dokumen Acuan

Sebelum mulai mengisi, perusahaan perlu memastikan terlebih dahulu apa yang sebenarnya menjadi kewajibannya.

Informasi dalam SIMPEL perlu disesuaikan dengan dokumen seperti Persetujuan Lingkungan, Persetujuan Teknis, Rincian Teknis, dan dokumen terkait lainnya.

Kesalahan bisa terjadi pada titik penaatan, parameter, sumber emisi, jenis Limbah B3, kapasitas penyimpanan, hingga fasilitas pengelolaan.

Intinya: jangan mulai dari pertanyaan “apa yang harus diisi?”, tetapi dari “apa yang sebenarnya diwajibkan kepada perusahaan?”

2. Data SIMPEL Tidak Sesuai Kondisi Aktual

Perusahaan dapat mengalami perubahan proses produksi, fasilitas, bahan, sumber emisi, sistem pengolahan, maupun titik pemantauan.

Masalahnya, perubahan tersebut belum tentu langsung tercermin dalam dokumen dan data pelaporan.

Akibatnya, informasi yang dilaporkan di SIMPEL bisa berbeda dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

SIMPEL harus menggambarkan kondisi perusahaan yang aktual, bukan sekadar menyalin data periode sebelumnya.

3. Datanya Benar, tetapi Periodenya Salah

LHU tersedia. Foto sampling ada. Logbook juga ada.

Tetapi setelah diperiksa, ternyata dokumen tersebut berasal dari periode yang berbeda dengan periode pelaporan.

Contohnya:

  • Tanggal sampling tidak sesuai periode.

  • LHU berasal dari semester berbeda.

  • Data debit belum lengkap.

  • Logbook belum diperbarui.

  • Evidence berasal dari periode sebelumnya.

Jadi jangan hanya bertanya “datanya ada?”

Pastikan juga: “data ini untuk periode yang mana?”

4. Angka di SIMPEL Tidak Konsisten dengan Dokumen Pendukung

Setiap angka yang dimasukkan ke SIMPEL seharusnya dapat ditelusuri kembali ke sumber datanya.

Misalnya:

Air limbah: data berbeda dengan LHU atau flowmeter.
Limbah B3: logbook tidak sesuai dengan manifest atau saldo tidak balance.
Sampah: neraca berbeda dengan logbook atau bukti penyerahan.
B3: data pembelian, pemakaian, dan stok tidak dapat ditelusuri dengan jelas.

Angka yang terlihat benar belum tentu benar jika tidak dapat dibuktikan sumbernya.

5. Evidence Ada, tetapi Tidak Membuktikan Jawaban

Mengunggah foto atau dokumen belum tentu berarti evidence sudah memadai.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Apakah evidence ini benar-benar membuktikan jawaban yang kita pilih?”

Beberapa masalah yang sering ditemukan antara lain foto tidak menunjukkan lokasi dengan jelas, dokumentasi tidak sesuai periode, file sulit dibaca, atau kegiatan yang dilaporkan tidak terlihat dalam dokumentasi.

Evidence bukan sekadar lampiran. Evidence harus menjelaskan apa yang dilakukan, di mana, kapan, dan apa yang ingin dibuktikan.

6. Dokumen Pihak Ketiga Ada, tetapi Tidak Dicek Kembali

Laboratorium, transporter, pengelola, atau pihak ketiga lainnya mungkin sudah menyediakan dokumen.

Namun keberadaan dokumen saja belum cukup.

Perlu dipastikan apakah dokumen tersebut:

  • masih berlaku;

  • sesuai dengan ruang lingkup kegiatan;

  • mencakup jenis Limbah B3 atau parameter yang relevan;

  • berlaku untuk periode kegiatan;

  • serta memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

Jangan berhenti pada pertanyaan “dokumennya ada?” Pastikan juga “dokumen ini masih berlaku dan sesuai?”

7. Menganggap Sudah Benar Karena Semua Menu Sudah Terisi

Ini mungkin kesalahan yang paling sering terjadi di tahap akhir.

  • Semua menu sudah terisi.

  • Lampiran sudah diunggah.

  • Tidak ada kolom kosong.

Lalu muncul kesimpulan: “Berarti sudah selesai.”

Belum tentu.

Sebelum submit atau TTE, lakukan review akhir:

  • Apakah data sesuai dengan dokumen?

  • Apakah masih sesuai dengan kondisi aktual?

  • Apakah periodenya benar?

  • Apakah angka antar-dokumen konsisten?

  • Apakah evidence benar-benar mendukung jawaban?

  • Apakah dokumen pihak ketiga masih berlaku?

Tombol Submit bukan tempat untuk mengetahui apakah pengisian kita sudah benar.

Penutup

Pengisian SIMPEL Bukan Sekadar Input Data

Dari tujuh kesalahan di atas, terlihat bahwa masalah SIMPEL sering kali bukan karena PIC tidak bisa menggunakan aplikasinya.

Masalah justru muncul ketika:

Kewajiban → Dokumen → Kondisi Lapangan → Data → Evidence → SIMPEL

tidak saling terhubung.

Karena itu, sebelum laporan dikirim, pastikan seluruh informasi yang dilaporkan konsisten, dapat ditelusuri, dan sesuai dengan kondisi perusahaan.

Temukan Gap Sebelum Menjadi Temuan

Kalau tim Anda masih ragu dengan kesiapan data, evidence, atau proses pengisian SIMPEL, ENSINDO dapat membantu melalui Pelatihan Pengisian SIMPEL maupun jasa pengisian dan pengelolaan SIMPEL.

[Pelajari Pelatihan Pengisian SIMPEL]
[Diskusikan Kondisi SIMPEL Perusahaan dengan ENSINDO]

PT Envitama Solusi Indonesia

(ENSINDO)

The Environmental Compliance Execution Company

Address:

Taman Setiabudi Indah 2 Blok 2 No. 22, Medan Sunggal. Medan, Sumatera Utara

Email:

solusiensindo@ensindo.com

WA:

6281367769795

© 2026 PT Envitama Solusi Indonesia. All rights reserved.